Kalian tahu apa itu procesor?
Jika belum tahu,mari admin jelaskan.
Procesor adalah otak komputer,seperti halnya otak kita,procesor mempunyai
tugas untuk mengontrol semua kegiatan pada komputer.Procesor yang sering kita
kenal adalah keluaran intel corporation,berawal dari intel pentium hingga core
17.Mari kita bahas satu persatu yaaa..
Monggo dibaca
PENTIUM
(1995)
Pentium
Diluncurkan sekitar awal tahun ’90-an, tahun 1993 tepatnya, Pentium merupakan
lompatan besar dalam sejarah prosesor X86 dimana arsitektur prosesor 32-bit
mengalami perubahan yang sangat besar. Hal ini menyebabkan kecepatan Pentium (
80586 atau singkatnya 586 ) secara clock-for-clock dengan prosesor 486 (
generasi sebelumnya ) jauh lebih cepat.
Dimulai dengan kecepatan 60 Mhz sampai 233 Mhz, prosesor ini telah membuat revolusi baru dalam dunia PC. Pada versi awalnya ( Pentium 60 Mhz ) prosesor ini pernah membuat heboh di kalangan dunia PC karena menurut seorang profesor, prosesor ini telah melakukan kesalahan perhitungan jika dilakukan kombinasi perhitungan perkalian dan pengakaran. Hal ini diakui oleh Intel yang lalu menarik kembali seluruh prosesor Pentium 60 Mhz sekaligus menghapus armada prosesor 60 dan 66 Mhz yang lalu diganti dengan Pentium 75 Mhz.
Di Indonesia, entah di negara lain, penulis mengamati kalau prosesor Pentium yang paling banyak dipakai adalah prosesor Pentium 133 Mhz,
Dimulai dengan kecepatan 60 Mhz sampai 233 Mhz, prosesor ini telah membuat revolusi baru dalam dunia PC. Pada versi awalnya ( Pentium 60 Mhz ) prosesor ini pernah membuat heboh di kalangan dunia PC karena menurut seorang profesor, prosesor ini telah melakukan kesalahan perhitungan jika dilakukan kombinasi perhitungan perkalian dan pengakaran. Hal ini diakui oleh Intel yang lalu menarik kembali seluruh prosesor Pentium 60 Mhz sekaligus menghapus armada prosesor 60 dan 66 Mhz yang lalu diganti dengan Pentium 75 Mhz.
Di Indonesia, entah di negara lain, penulis mengamati kalau prosesor Pentium yang paling banyak dipakai adalah prosesor Pentium 133 Mhz,
PENTIUM II
(1997)
Dengan kode
sandi pengembangan ‘Klamath’, Pentium II merupakan peningkatan signifikan dari
arsitektur lama Pentium. Perubahan pada struktur dan besar cache,
penempatan L2-cache, serta yang mencolok cara pengepakan prosesor yang baru,
PPGA ( Plastic Pin Grid Array ) yang oleh Intel dulu dianggap dapat
menekan biaya produksi prosesornya. Perubahan bentuk pengepakan prosesor ini
membuat para pembuat motherboard terpaksa merubah rumah prosesor dari Socket ke
slot, bernama Slot-1. Dengan cara ini, prosesor ditancapkan ke slot yang
tersedia, mirip dengan menancap kartu ekspansi. Chipset awal Intel ( dan masih merupakan
chipset terbaik sejauh ini ) untuk Pentium II adalah i440BX untuk PC standar,
serta i440LX untuk budget PC.
Penempatan
cache L2 didalam prosesor tetapi bukan diintinya juga merupakan perbedaan utama
PII dengan Pentium. Kalau dulu cache ditaruh di motherboard, kali ini Intel
menaruh cachenya di papan sirkuit prosesornya. Hal ini dapat meningkatkan
kinerja prosesor karena cachenya bekerja pada ½ clock prosesor, jadi jika
prosesornya bekerja pada 350 Mhz, cachenya berarti bekerja pada 175 Mhz. Ini merupakan
peningkatan berarti dari arsitektur lama yang cachenya bekerja pada clock
tertentu yang diatur motherboard.Pada Pentium II juga diperbaiki performa
16-bit dari pendahulunya, Pentium Pro. Sehingga dalam menjalankan aplikasi
campuran 16 & 32-bit kecepatannya dapat terdongkrak.
Besar inti Pentium II juga lebih kecil, hal ini disebabkan prosesor ini dibuat pada pemrosesan 0.25-micron.
Tingkatan kecepatan Pentium II dimulai dari PII 233 Mhz sampai PII 450 Mhz. Dimana tingkat kecepatan yang paling sering ditemukan adalah antara 300-450 Mhz.
Besar inti Pentium II juga lebih kecil, hal ini disebabkan prosesor ini dibuat pada pemrosesan 0.25-micron.
Tingkatan kecepatan Pentium II dimulai dari PII 233 Mhz sampai PII 450 Mhz. Dimana tingkat kecepatan yang paling sering ditemukan adalah antara 300-450 Mhz.
PENTIUM III
(1999)
Pentium III
( Merced )
Dengan kode sandi pengembangan Merced, Pentium III dibuat untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada di Pentium II dan menurut penulis pribadi juga merupakan jawaban Intel dari prosesor K6-2 AMD yang memiliki instruksi khusus 3Dnow!, semenjak PII tidak memiliki instruksi-instruksi khusus seperti itu, kecuali MMX milik Intel sendiri. Di prosesor PIII yang masih diproduksi pada 0.25-micron ini, telah dilakukan perubahan yang cukup mendasar. Hal yang berubah pada PIII adalah hadirnya instruksi-instruksi ISSE milik Intel yang merupakan pengembangan dari MMX itu sendiri.
Prosesor ini menggunakan L2 cache yang masih diluar inti prosesor, meski pada tahap ini Intel sudah mulai menyadari kalau arsitektur cache ini tidaklah membantu kinerja prosesor serta teknologinya sudah dapat menyatukan, demi menjaga kompabilitas pada slot, Intel terpaksa membuat prosesor ini masih dalam bentuk slot.
Pentium III ( Coppermine )
Diluncurkan pada awal tahun 2000, prosesor generasi ke-2 dari PIII ini memperbaiki hampir semua kekurangan PIII generasi awal, sekalian juga memperkenalkan untuk pertama kalinya teknologi FC-PGA terbaru Intel dalam pembuatan prosesornya dan tentu saja sudah diproses pada 0.18-micron. Juga diperkenalkan FSB 133 Mhz sehingga dapat mendongkrak kinerja prosesor. Pada Meski sebagian besar prosesornya berbentuk Socket lagi, tapi untuk beberapa speed grades masih mempertahankan bentuk Slot-1-nya untuk kompabilitas motherboard-motherboard lama.
Model Pentium III ini memiliki banyak model sampai mungkin dapat membingungkan. Terutama yang memiliki speed grades 600Mhz keatas, misalnya pada speed grade 600 Mhz ada yang 600, 600E, 600EB, ada juga yang 600B. Inisial E menunjukkan kalau FSB PIII 600Mhz itu sudah 133 Mhz, kalau inisial B-nya menunjukkan kalau bentuknya sudah FC-PGA ( PIII berbentuk Socket 370 ). Cukup memusingkan bukan untuk satu model prosesor saja ? Tetapi untuk yang diatas 800 Mhz, kebanyakan atau mungkin seluruh prosesornya pasti sudah memiliki bus FSB 133 Mhz dan sudah berbentuk Socket FC-PGA.
Pengembangan terbaru PIII generari kedua ini adalah dari sistem manajemen cachenya yang baru, disebut ATC atau Advanced Transfer Cache, yang memampukan cache yang terpasang pada PIII ini dapat mengawasi data apa yang paling sering dipakai pada aktifitas proses tertentu. Juga ditambahkan sekitar 20-30-an instruksi-instruksi multimedia baru yang oleh Intel disebut ISSE II.
PIII Coppemine berhasil menembus batas 1 Ghz dalam perlombaan Ghz yang telah ‘diadakan’ sekitar kuartal kedua tahun ini. Meski kalah dengan AMD yang telah mencapai 1 Ghz terlebih dahulu, Intel tampaknya telah banyak melakukan perubahan sana-sini agar prosesornya dapat ‘dipaksa’ untuk mencapai 1 Ghz. Prosesor PIII tertinggi saat penulisan artikel ini sudah mencapai 1.13 Ghz.
Pentium III ( Tualatin )
Pentium III generasi ke-3 ini dikabarkan tlah diluncurkan pada kuartal ke-1 atau 2 tahun 2001, selain akan memiliki clock yang lebih tinggi juga akan dibuat pada pemrosesan terbaru milik Intel, 0.13-micron. Satu hal yang menarik dari PIII Tualatin adalah prosesor ini mendukung penggunaan bus 200 Mhz, meski tetap mempertahankan bentuk Socket-370-nya. Tentunya ini membuat motherboard lama tidak akan dapat mendukung PIII Tualatin. Kabarnya Intel tidak akan langsung menggunakan kemampuan 200 Mhz PIII baru ini untuk menghindari persaingan langsung dengan saudaranya, Pentium 4. PIII baru ini juga akan mendukung baik SDRAM maupun DDR SDRAM. dan menurut konon critanya pentium !!! yang baru tidak dikluarkan lagi.
Dengan kode sandi pengembangan Merced, Pentium III dibuat untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada di Pentium II dan menurut penulis pribadi juga merupakan jawaban Intel dari prosesor K6-2 AMD yang memiliki instruksi khusus 3Dnow!, semenjak PII tidak memiliki instruksi-instruksi khusus seperti itu, kecuali MMX milik Intel sendiri. Di prosesor PIII yang masih diproduksi pada 0.25-micron ini, telah dilakukan perubahan yang cukup mendasar. Hal yang berubah pada PIII adalah hadirnya instruksi-instruksi ISSE milik Intel yang merupakan pengembangan dari MMX itu sendiri.
Prosesor ini menggunakan L2 cache yang masih diluar inti prosesor, meski pada tahap ini Intel sudah mulai menyadari kalau arsitektur cache ini tidaklah membantu kinerja prosesor serta teknologinya sudah dapat menyatukan, demi menjaga kompabilitas pada slot, Intel terpaksa membuat prosesor ini masih dalam bentuk slot.
Pentium III ( Coppermine )
Diluncurkan pada awal tahun 2000, prosesor generasi ke-2 dari PIII ini memperbaiki hampir semua kekurangan PIII generasi awal, sekalian juga memperkenalkan untuk pertama kalinya teknologi FC-PGA terbaru Intel dalam pembuatan prosesornya dan tentu saja sudah diproses pada 0.18-micron. Juga diperkenalkan FSB 133 Mhz sehingga dapat mendongkrak kinerja prosesor. Pada Meski sebagian besar prosesornya berbentuk Socket lagi, tapi untuk beberapa speed grades masih mempertahankan bentuk Slot-1-nya untuk kompabilitas motherboard-motherboard lama.
Model Pentium III ini memiliki banyak model sampai mungkin dapat membingungkan. Terutama yang memiliki speed grades 600Mhz keatas, misalnya pada speed grade 600 Mhz ada yang 600, 600E, 600EB, ada juga yang 600B. Inisial E menunjukkan kalau FSB PIII 600Mhz itu sudah 133 Mhz, kalau inisial B-nya menunjukkan kalau bentuknya sudah FC-PGA ( PIII berbentuk Socket 370 ). Cukup memusingkan bukan untuk satu model prosesor saja ? Tetapi untuk yang diatas 800 Mhz, kebanyakan atau mungkin seluruh prosesornya pasti sudah memiliki bus FSB 133 Mhz dan sudah berbentuk Socket FC-PGA.
Pengembangan terbaru PIII generari kedua ini adalah dari sistem manajemen cachenya yang baru, disebut ATC atau Advanced Transfer Cache, yang memampukan cache yang terpasang pada PIII ini dapat mengawasi data apa yang paling sering dipakai pada aktifitas proses tertentu. Juga ditambahkan sekitar 20-30-an instruksi-instruksi multimedia baru yang oleh Intel disebut ISSE II.
PIII Coppemine berhasil menembus batas 1 Ghz dalam perlombaan Ghz yang telah ‘diadakan’ sekitar kuartal kedua tahun ini. Meski kalah dengan AMD yang telah mencapai 1 Ghz terlebih dahulu, Intel tampaknya telah banyak melakukan perubahan sana-sini agar prosesornya dapat ‘dipaksa’ untuk mencapai 1 Ghz. Prosesor PIII tertinggi saat penulisan artikel ini sudah mencapai 1.13 Ghz.
Pentium III ( Tualatin )
Pentium III generasi ke-3 ini dikabarkan tlah diluncurkan pada kuartal ke-1 atau 2 tahun 2001, selain akan memiliki clock yang lebih tinggi juga akan dibuat pada pemrosesan terbaru milik Intel, 0.13-micron. Satu hal yang menarik dari PIII Tualatin adalah prosesor ini mendukung penggunaan bus 200 Mhz, meski tetap mempertahankan bentuk Socket-370-nya. Tentunya ini membuat motherboard lama tidak akan dapat mendukung PIII Tualatin. Kabarnya Intel tidak akan langsung menggunakan kemampuan 200 Mhz PIII baru ini untuk menghindari persaingan langsung dengan saudaranya, Pentium 4. PIII baru ini juga akan mendukung baik SDRAM maupun DDR SDRAM. dan menurut konon critanya pentium !!! yang baru tidak dikluarkan lagi.
PENTIUM 4
(2000)
Prosesor
termutakhir dari keluarga Pentium adalah Pentium 4 (P4), yang proyeknya telah
dimulai Intel sejak 1-2 tahun lalu. Dengan 1.4 Ghz sebagai speed grades
terkecil untuk P4 ini membuat P4 menjadi prosesor 32-bit tercepat saat ini.
Dibuat pada pemrosesan 0.18-micron untuk versi-versi awalnya, P4 akan secara
bertahap berpindah ke 0.13-micron seiring dengan pertambahan clocknya.
Diperkirakan P4 akan mampu dibuat sampai kisaran 2 Ghz.
Dengan menggunakan chipset baru berkode ‘Tehama’, prosesor ini pada rencananya akam menggunakan Rambus sebagai interface memory-nya, hal ini dikarenakan arsitektur prosesor ini lebih dioptimisasikan pada arsitektur Rambus. Penggunaan Rambus sebagai memory membuat mahalnya sebuah system yang menggunakan P4 ini, sekeping RIMM yang besarnya 64MB, harganya bisa mencapai $400-an, coba dibandingkan dengan DIMM SDRAM biasa yang harganya cuma $70-an, beda sekali bukan ? Tetapi jika melihat perfoma yang didapat, tampaknya mungkin harga semahal itu masuk akal bukan ?
Perubahan arsitektur ini juga membuat ukuran inti P4 menjadi lebih besar, sekitar 200-an mm2 , bandingkan dengan inti PIII yang cuma 150-an mm2 . Hal ini membuat prosesor P4 membutuhkan heatsink yang lebih besar dan frame pendingin yang lebih kuat juga. Belum lagi karena bentuknya yang ‘baru’ ini membuat para desainer casing harus membuat casing model baru lagi yang dapat merumahkan P4, standard ini telah disiapkan Intel dengan nama ATX 2.0. Jadi yang harapan untuk dapat mengupgrade PIII-nya ke P4 dapat anda buang saja, cukup disayangkan sekali ! Tetapi itulah resiko dari perkembangan teknologi. Hal ini menunjukkan kalau P4 memang investasi yang cukup mahal, tidaklah heran jika P4 untuk sementara hanya ditujukan untuk kalangan server saja, belum untuk desktop, tetapi ada pula rencana kearah situ.
Mengenai detil P4 dapat anda baca pada berita-berita seiring dengan makin terbukanya informasi mengenai P4.
Dengan menggunakan chipset baru berkode ‘Tehama’, prosesor ini pada rencananya akam menggunakan Rambus sebagai interface memory-nya, hal ini dikarenakan arsitektur prosesor ini lebih dioptimisasikan pada arsitektur Rambus. Penggunaan Rambus sebagai memory membuat mahalnya sebuah system yang menggunakan P4 ini, sekeping RIMM yang besarnya 64MB, harganya bisa mencapai $400-an, coba dibandingkan dengan DIMM SDRAM biasa yang harganya cuma $70-an, beda sekali bukan ? Tetapi jika melihat perfoma yang didapat, tampaknya mungkin harga semahal itu masuk akal bukan ?
Perubahan arsitektur ini juga membuat ukuran inti P4 menjadi lebih besar, sekitar 200-an mm2 , bandingkan dengan inti PIII yang cuma 150-an mm2 . Hal ini membuat prosesor P4 membutuhkan heatsink yang lebih besar dan frame pendingin yang lebih kuat juga. Belum lagi karena bentuknya yang ‘baru’ ini membuat para desainer casing harus membuat casing model baru lagi yang dapat merumahkan P4, standard ini telah disiapkan Intel dengan nama ATX 2.0. Jadi yang harapan untuk dapat mengupgrade PIII-nya ke P4 dapat anda buang saja, cukup disayangkan sekali ! Tetapi itulah resiko dari perkembangan teknologi. Hal ini menunjukkan kalau P4 memang investasi yang cukup mahal, tidaklah heran jika P4 untuk sementara hanya ditujukan untuk kalangan server saja, belum untuk desktop, tetapi ada pula rencana kearah situ.
Mengenai detil P4 dapat anda baca pada berita-berita seiring dengan makin terbukanya informasi mengenai P4.
DUAL CORE (2005)
Dual Core adalah penggunaan dua buah
inti (core) prosesor dalam sebuah kemasan
prosesor konvensional. Dual core (inti prosesor) ditempatkan pada sebuah CPU untuk meningkatkan kinerjanya. Setiap core
ini tidak lebih cepat dibanding CPU biasa dengan clockspeed yang sama, tetapi
semua proses perhitungan dibagi kepada 2 inti prosesor tersebut.
Logikanya,
menggunakan prosesor multi-core akan mempercepat perhitungan algoritma yang dikerjakan
sebuah sistem PC. Diibaratkan,
berpikir sebuah pekerjaan dengan menggunakan dua otak , tentunya pekerjaan itu akan lebih cepat
selesai. Produsen prosesor terkemuka di dunia (Intel dan AMD ), mengembangkan teknologi dual core ini karena
tuntutan aplikasi -aplikasi yang semakin tinggi
atas prosesor yang memiliki tingkat komputasi yang tinggi. Karena
pengembangan prosesor dengan menggunakan satu inti sudah mulai stagnan , maka mulai dikembangkan prosesor yang memiliki
inti prosesor lebih dari satu.
CORE 2 DUO
Intel Core 2
Duo merupakan
bagian keluarga mikroprossesor dari Intel dan merupakan generasi kedua dari arsitektur Core . Prosessor ini dibuat dengan menggunakan teknologi
45 nanometer dari Intel dan sirkuit Hafnium yang ditanamkan
didalamnya. Dengan 6 MB L2 cache dan 1333 MHz front side bus , kinerja prosesor meningkat
hingga 40 persen dan efisiensi daya meningkat hingga 40 persen dibandingkan
prosessor Intel generasi sebelumnya
Inovasi
Intel Core 2
duo memiliki beberapa inovasi, yaitu
- Dual core processing, yang mengkombinasikan dua prosessor Core dalam satu paket dan bekerja dalam frekuensi yang sama
- Intel Wide Dynamic Execution , mampu meningkatkan kinerja dan efisiensi. Masing-masing inti bisa menyelesaikan hingga empat instruksi penuh secara bersamaan,382ra.
- Intel Smart Memory Access , meningkatkan performa sistem dengan mengoptimalkan penggunaan bandwidth data komputer yang tersedia untuk menyediakan data ke prosesor ketika dibutuhkan
- Intel Advance Smart Cache , menyediakan performa gemilang, dengan subsistem cache yang lebih efisien
- Intel Intelligent Power Capability , desain yang lebih efisien dalam penggunaan energi dan baterai yang tahan lama
- Intel Advanced Digital Media Boost , secara efektif menggandakan kecepatan eksekusi untuk instruksi-instruksi yang banyak digunakan di aplikasi-aplikasi multimedia dan grafis
CORE 2 QUAD
(2007)
Pada awal
tahun 2007 Intel meluncurkan produk Intel Core 2 Quad. Intel Core 2 Quad
memiliki kecepatan 4 kali 3,0GHz (karena Core 2 Quad memiliki 4 inti).
Processor yang dirilis pada tahun 2007 ini menggunakan arsitektur 45 nano meter
yang merupakan ukuran transistor terkecil di dunia untuk PC desktop untuk tahun
2008. Chip seukuran telunjuk orang dewasa ini tersusun atas sekitar 1000 milyar
transistor yang masing-masing hanya selebar 45 nano meter.
INTEL CORE
I3 (2010)
Intel Core
i3 merupakan varian paling value dibandingkan dua saudaranya yang lain.
Processor ini akan mengintegrasikan GPU (Graphics Processing Unit) alias
Graphics On-board didalam processornya. Kemampuan grafisnya diklaim sama dengan
Intel GMA pada chipset G45. Selain itu Core i3 nantinya menggunakan manufaktur
hybrid, inti processor dengan 32nm, sedangkan memory controller/graphics
menggunakan 45nm. Code produk Core i3 adalah “Arrandale”.
KELEBIHAN :
Core i3 memiliki 4 inti processor, yang artinya bisa mengerjakan 4 kerja
komputer sekaligus karena dengan menggunakan Core i3 sama dengan menggunakan 4
komputer dalam satu mesin… Selain itu ada teknologi Turbo Boost, untuk
meningkatkan kerja komputer tanpa perlu menggunakan Over clock, dengan
menggunakan Intel Core i3, penggunaan listrik jadi lebih hemat, karena
Processor ini secara otomatis menggunakan watt yang lebih sedikit dibandingkan
processor sebelumnya dan mengatur penggunaan energi untuk komputer sehingga
lebih hemat listrik.
INTEL CORE
I5 (2010)
Jika
Bloomfield adalah codename untuk Core i7 maka Lynnfield adalah codename untuk
Core i5. Core i5 adalah seri value dari Core i7 yang akan berjalan di socket
baru Intel yaitu socket LGA-1156. Tertarik begitu mendengar kata value ? Tepat
! Core i5 akan dipasarkan dengan harga sekitar US$186.
Kelebihan
Core i5 ini adalah ditanamkannya fungsi chipset Northbridge pada inti processor
(dikenal dengan nama MCH pada Motherboard). Maka motherboard Core i5 yang akan
menggunakan chipset Intel P55 (dikelas mainstream) ini akan terlihat lowong
tanpa kehadiran chipset northbridge. Jika Core i7 menggunakan Triple Channel
DDR 3, maka di Core i5 hanya menggunakan Dual Channel DDR 3. Penggunaan dayanya
juga diturunkan menjadi 95 Watt. Chipset P55 ini mendukung Triple Graphic Cards
(3x) dengan 1×16 PCI-E slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5 cache tetap sama,
yaitu 8 MB L3 cache.
Intel juga
meluncurkan Clarksfield, yaitu Core i5 versi mobile yang ditujukan untuk
notebook. Socket yang akan digunakan adalah mPGA-989 dan membutuhkan daya yang
terbilang cukup kecil yaitu sebesar 45-55 Watt.
KELEBIHAN
: Intel Hyper Threading : Memberikan user 4-way dan 8-way dalam
pemrosesan multitask yang mengijinkan setiap core pada prosessor untuk bekerja
pada 2 pekerjaan sekaligus dalam waktu yang bersamaan. ( Pada Core i3, i5 dan
i7 )
Intel Turbo
Boost : Meningkatkan performa dengan meningkatkan frekuensi core sesuai dengan
permintaan pemakai secara otomatis. ( Core i5 dan i7 )
Intel HD
Graphics : Grafik yang sudah high definition. Dibandingkan dengan Intel
Graphics pada Core 2 Duo, Pada core-i grafiknya sudah jauh lebih bagus karena
sudah HD. ( Pada Core i3, i5 dan i7 )
INTEL
CORE I7 (2010)
Core i7
sendiri merupakan processor pertama dengan teknologi “Nehalem”. Nehalem
menggunakan platform baru yang betul-betul berbeda dengan generasi sebelumnya.
Salah satunya adalah mengintegrasikan chipset MCH langsung di processor, bukan
motherboard. Nehalem juga mengganti fungsi FSB menjadi QPI (Quick Path
Interconnect) yang lebih revolusioner.
KELEBIHAN :
Intel Hyper Threading : Memberikan user 4-way dan 8-way dalam pemrosesan
multitask yang mengijinkan setiap core pada prosessor untuk bekerja pada 2
pekerjaan sekaligus dalam waktu yang bersamaan. ( Pada Core i3, i5 dan i7 )
Intel Turbo
Boost : Meningkatkan performa dengan meningkatkan frekuensi core sesuai dengan
permintaan pemakai secara otomatis. ( Core i5 dan i7 )
Intel HD
Graphics : Grafik yang sudah high definition. Dibandingkan dengan Intel
Graphics pada Core 2 Duo, Pada core-i grafiknya sudah jauh lebih bagus karena
sudah HD. ( Pada Core i3, i5 dan i7 )
Diambil dari
: riandyerlangga.ilearning.me
05.19
cakara mumu'z

Posted in 

0 komentar:
Posting Komentar